Cerita Masyarakat Tentang Pasta Gigi


Dalam hari hari kita pasti selalu menggosok gigi yaitu pada saat pagi hari, sore hari dan juga sebelum tidur. Tapi tahu kah kamu,  bahwa dalam pasta gigi di kalangan masyarakat indonesia tersebar banyak mitos dan fakta yang mungkin tidak jelas kebenarannya, yang dimana mengiring opini bahwa pasta gigi banyak manfaatnya untuk kesehatan dan juga obat luka, sudah sering kita dengar bukan, apalagi dari orang tua kita dan teman teman. 

Dan ini beberapa cerita tentang pasta gigi yang sering kita dengar di kalangan masyarakat.  

1. Bisa Membersihkan Jerawat

Dalam hal ini masyarakat banyak yang percaya bahwa pasta gigi bisa membersihkan jerawat dan bagi kalangan anak muda, ini juga menjadi tips dan trick yang diiikuti, namun tidak tahu faktanya yang pasti, namun ternyata itu banyak yang keliru, walau pasat gigi mengandung baking soda, hydrogen peroxide, alkohol, menthol, minyak esensial, dan triclosan, yang bisa mengeringkan jerawat. Menurut Dr. Neal Schultz, dermatologis asal New York, seperti dikutip dari Huffington Post, tidak ada bahan-bahan di pasta gigi yang membuat metode ini lebih efektif daripada metode konvensional.   

2. Bisa Membersihkan Luka Bakar atau Terkena Knalpot

Sering dengar kan pertolongan pertama saat kaki kita terkena knalpot motor, yaitu mengoleskan pasta gigi, tapi itu sebenarnya tidak baik, karena bisa memperburuk kulit  karena sifat pasta gigi yang lengket akan membuat bakteri makin berkembang lebih banyak dan menyebar, sehingga penyembuhan luka bakarpun akan semakin parah nantinya. Langkah yang terbaik untuk pertolongan pertama bagi yang terkena knalpot atau luka bakar yaitu dengan membersihkan luka bakar dengan air dingin yang mengalir sehingga luka bakar pun tidak mudah menyebar, kemudian kompreslah luka bakar tersebut, jika perlu kita bisa oleskan antibiotik.

Adakah cerita masyarakat lainnya kah tentang pasta gigi yang kalian dengar?

Sumber :

https://www.huffpost.com/

Yang Enak kadang Bahaya, seperti Minum Air Dingin saat Cuaca Panas, Hindari demi Kesehatan


https://unsplash.com

Duh cuaca panas banget nih, minum es enak nih. Pernah dengar perkataan seperti itu, entah dari teman atau rekan kerja kamu saat di siamg hari yang sedang terika teriknya. Dengan sejelumit pekerjaan dan masalah yang datang apalagi saat siang hari yang membuat diri kita makin tidak bisa mengontrol emosi, serta pikiran dan tubuh kita, sehinga satu satunya jalan untuk mendinginkan suasna yaitu dengan mnum air es lah solusinya.

Rasanya ingin munum air es yang banyak kalau bisa segalon biar pikiran adem, tenggorokan juga adem. Tapi tahukah kamu kalo kita minum air es di di siang hari yang terik bisa membahayakan kesehatan kita lho.

Ini beberapa dampak yang akan timbul saat minum es di siang hari.  

1. Sistem Pencernaan akan Terganggu

Kalau kamu mimum air dingin saat cuaca panas bisa mengakibatkan pencernaan kamu tergganggu, karena air yang dingin dapat membuat pembuluh darah dalam tubuh kamu akan menjadi mengkerut, dan ini juga berakibat dalam memperlambat percenaan kamu,  sehingga semua makan yang telah masuk ke dalam perut kamu akan terganggu dan tidak akan dicerna dengan baik.

2. Memperlambat Detak Jantung

Seger sih saat minum air es di siang hari, tapi lama kelamaan bisa membuat detak jantung jkita makin lambat, karena hal ini langsung merangsang ke saraf vagus, ini adalah bagian paling penting dari sistem otonom tubuh, nah air yang bersuhu rendah mengakibatkan stimulus saraf vegas akan menurunkan denyut jantung.

3. Menguras Energi

Ketika kamu mengkonsumsi air es atau dingin di siang hari, tubuh kamu harus bekerja ekstra juga untuk mengkonsumsi itu, dan tubuh secara tidak langsung merespon dari air dingin tersebut, sehingga kita juga harus extra bangkit untuk bekerja kembali, karena pada dasarnya ketika kita minum air dingin itu akan mengurangi produktifutas kita dan rasanya akan sangat lelah.

4. Bisa Sakit Tenggorokan

Saat sakit tenggorokan kamu pernah dengar atau kena omelan sang Ibu begini “es terus es” pasti kamu pernah kan. Nah ternyata ibu kamu ada benarnya loh, saat kita mengkonsumsi air dingi di siang hari bisa membuat tenggorkan kita sakit karena air dingin bisa membuat menumpuknya mukosa. Mukosa adalah suatu lapisan pelindung dari saluran pernasapan (Liputan6.com). Kalau mukosa terus menumpuk, maka lapisan ini akan membuat lebih banyak aliran darah. Bukannya menyegarkan malahan kita menjadi terkena sakit tenggorokan.

5. Hidung Tersumbat

Awalnya kita tidak apa apa tapi setelah minum air es hidung menjadi tersumbat dan banyak lendirnya. Itu diakibatkan karena sistem tubuh kita menjadi berkurang dan membuat hidung terus mengeluarkan lendir dari hidung yang sangat mengganggu aktivitas kita.

Sumber :

https://www.boombastis.com

Masih Malu Membawa Bekal, Ini Loh Manfaat yang Bisa Kita dapatkan


restaurantbusinessonline.com

Membawa bekal adalah suatu kenicayaan bagi sebagian orang, apalagi di zaman sekarang yang makin modern, mudah membeli makan dengan satu kal klik, murah juga serta tidak akan malu lagi bahkan bisa berbaur dengan teman teman tanpa takut ada cemoohan. Stigma membawa bekal yang sudah tertanam dari dulu saat zaman sekolah hingga sekarang adalah anak mama bagi laki laki yang akhirnya memutuskan tidak lagi membawa bekal hingga akhirnya bela belain untuk jajan walau uang sudah pas pasan, bagi wanita mungkin sedikit diuntungkan karena wanita bisa membanggakan masakannya dengan memamerkan makannya dan memamerkan bahwa ia mampu menjadi wanita yang hebat dengan membuktikan kalau ia bisa memasak sendiri untuk makannya, tanpa merepotkan sang ibu. Tapi dibalik stigma yag ada terselip manfaat manfaat yang mungkin kita lewatkan bahkan kita sebenarnya sudah tahu namun karena malu lebih baik masa bodo.

Bagi kamu yang malu untuk membawa bekal, ini ada beberapa manfaat saat kamu membawa bekal yang mungkin bisa merubah kebiasaan kita.

1. Makanan yang lebih sehat dan higenis

Saat kita membeli makanan diluaran sana, kita tidak tahu masakan itu apakah benar benar bersih saat dimasak. karena warung warung itu biasanya jauh dari higenis dan tidak peduli akan kebersihan. Nah, saat kamu membawa bekal pastinya kamu tahu cara memasaknya, bahan bahannya yang sudah ada dirumah sehingga kita tidak khawatir lagi akan kebersihan dan bisa menjadikan kita lebih sehat.

2. Hemat

Nah ini yang penting bagi kamu generasi milenial  yang katanya generasi yang boros dan tidak bisa menabung, tenang ketika kamu membawa bekal, pengeluaran uang jajan kamu akan sedikit berkurang dan kamu bisa menabung untuk membeli kebutuhan kamu yang belum terpenuhi. Jadi jangan malu bawa bekal ya demi masa depan kamu dan juga demi kantong, duh jangan sampe jadi kantong kering deh.

3. Melatih Interaksi

daysoftheyear.com

Kamu pernah dengar yang namaya potluck, potluck itu adalah dimana kita membawa makanan sendiri sendiri yang kemudian ditukar dengan teman untuk saling mengakrabkan dan mencoba rasa rasa makanan dari teman teman kita dalam satu meja. Indahnya membawa bekal yang membuat kita bisa saling mengenal satu sama lain, lebih dekat satu sama lain, sehingga interkasi kita bisa lebih dalam dan terbuka. Jadi jangan takut bawa bekal apalagi hanya asik dengan handphone sendiri, mending ngobrol deh.

4. Ikut serta dalam Melestarikan Lingkungan

Ini juga penting, dimana saat ini dunia sedang dalam bahaya, karena limbah plastik yang bisa memberikan dampak mengerikan bagi masa depan bumi. Dengan membawa bekal dari rumah artinya kamu sudah ikut berperan dalam mencegah plastik dan kamu ikut serta menjaga bumi, kamu juga lebih terdepan dari teman teman kamu, karena kamu bisa menjaga lingkungan sekitar, bahkan dunia. Kamu satu langkah lebih keren.  

5. Calon Pasangan Idaman

Ini yang sangat penting bagi kaum jomblo, bagi kaum hawa saat kamu membawa bekal itu kamu bisa berbagi cerita tentang masakan yang kamu makan, lalu kamu sangat menjadi ahli gizi dan juga mengerti cara memasaknya, dari sini kamu terlihat lebih bisa masak dan jago meramu masakan untuk dirimu sendiri. Sedangkan, bagi kaum adam kamu akan terlihat lebih menghargai masakan ibumu yang telah memasak untukmu. Pecinta keluarga banget kan.

Bahaya Menahan Ngantuk Bagi Kesehatan


Saat ngantuk tiba di siang hari dan sering kita menerima perkataan sebagai manusia yang malas dan tidak produktif, padahal itu adalah tubuh kita yang mungkin butuh istirahat sejenak dalam rutinitas yang butuh istirahat sebentar saja, berikan waktu selama 10 menit untuk istarahtakna badan dan otak kita, bergabung dengan teman untuk mengobrol, kemudian mulai merenggangkan otot otot yang tegang, atau sekedar berjalan jalan sejenak melihat sekitar, dengan ebgitu otak dan tubuh kita bisa kembali produktif karena badan dan otak telah di refresh dan siap menerima pekerjaan lainnya.  

Menguap adalah sebuah alamiah sebagai manusia, namun jangan ditahan karena akan membahaykan tubuh kita, padahal kalau kita menguap itu menandakan kaalu kita masih sehat dan itu normal, banyak kejadian para artis yang tidak bisa tidur dan memakai narkoba hanya untuk bisa tidur sedangkan kita malah menahan tidur agar tetap dibilang produktif, bahkan di jepang ada tempat khusus untuk tidur siang di dalam kantor, dan itu tempat yang membuat para pekerja bisa bekerja secara lebih produktif dan bisa bekerja lebih maksimal, karena kesehatah lebih utama unutk seorang manusia agar keseharian tidak terganggu dan dalam dunia bekerja bahwa karyawan adalah aset, mengapa tidak dimanusiakan sebagai manusia juga?.

Jangan tahan ngantukmu dengan perbanyak minum kopi, jangan tahan ngantuk dengan musik musik yang kencang, kamu cuma butuh istirahat sejenak, itu saja kemudian kamu kembali menjadi segar setelah merefresh badan dan otakmu itu saja.

Ada beberapa bahaya dalam menahan ngantuk.

1. Mudah terpacing emosi

Dengan kita menahan ngantuk dan dipaksakan harus tetap bekerja walau sangat ngantuk, itu bisa membuat kita menjadi emosi ketika melihat suatu kejadian yang kecil, dan akhirnya menilai menajdi besar karena kita emosi yang seharusnya bisa diatasi dengantidur sejenak dan juga menjadikan kita tidak bisa mengambil keputusan secara tepat karena ada emsosi yang memuncak karena kurangnya tidur dan mata pun harus juga diistirahatkan bukan diharuskan untuk tetap melek seharian.  

2. Lamban

Kita biasanya cekatan dan disiplin dalam menjalankan keseharian, namun saat kita kurang tidur, mnegakitabkan kita lamban dalam produktifitas dan otak pun kita bisa menerima apa yang dimaksud oleh tubh kita sehingga akhirnya menjadi lamban dan lupa akan hal hal yang penting dan biasa kita bawa, akhirnya menjadi meyalahkan diri sendiri.

3. Menjadi Rakus

Ini juga tanda tanda bahwa kamu harus benar benar tidur untuk badanmu, ada juga yang menahan ngantuk itu dengan cara makan atau ngemil, bahkan yang pedes biar makin melek dan jadi banyak ngidam atau mau akan makanan yang ingin dimakan, banyak kemauan yang harus terpenuhi karena balik lagi dari pikiran kita yang tidak boleh tidur dan terus menahan ngantuk.

4. Ceroboh

Nah ini hampir sama dengan lamban, kalau ini lebih parah karena kita menjadi sangat terburu buru dalam menjalani hari hari dan menjadikan kita ceroboh yang ingin nya cepat sehingga kita melupakan hal hal kecil yang harusnya penting kita bawa, akibatnya malah menjadi merugikan diri sendiri, maka tidurlah sejenak.

5. Menjadi Pusing

Ini yang dinamakan penyakit dibuat sendiri, ketika kita ngantuk istirahatlah sejenak,  menahan perasaan aja akan sangat galau banget kan, apalagi  kalau menahan ngantuk, jadi ganggu kita menjanali hari hari dan parahnya jadi bad day, gak mau kan bad day seharian karena cuma ngantuk doang, selain itu juga beban pikiran terasa berat dan malahan jadi pusing seharian, karena beban pikiran yang numuk, pikiran hartus tetap bekerja namun tubuh sudah tidak sanggup untuk melanjutkan karena ada ngantuk yang mengganjal, jadi tidur dulu ya sebentar saja, sehat deh pasti kamu kalau bisa mengatur tubuhmu sendiri

Ada salah satu cara menahan ngantuk yang paling populer yaitu cuci muka, iya mungkin tidak ngantuk lagi, tapi cuma sebentar, habis itu kembali ngantuk lagi, ganggu aktifitas lagi, dan yang paling ampuh, ya, cuma tidur.

Sarung Merah Ayah


Aku bukan anak laki laki yang tak punya mimpi, aku hanya ingin bahagai bersama keluarga hingga akhir hayat, sekarang aku juga ingin seperti ayah yang menjadi petani hebat tak pernah lelah walau kadang merugi besar saat musim yang tidak bisa diprediksi, tapi dengan kegigihan ayah membuat aku berpikir ulang untuk meninggalkannya, setelah ada kejadian yang sangat menyat hati itu, ayah pingsan secara tiba tiba di pinggir sawah dengan nafas yang hampir habis, lalu aku langsung membopong ayah dan segera menolong denga sekuat tenaga yang aku punya. Aku tak apa, lebih baik kau pulang saja, aku hanya lelah dan memikirkanmu bila kau masih disini, pergilah seperti teman temanmu yang disana, agar kau sukses tidak seperti ayah. Dengan raut wajah yang disiratkan, ayah terus saja selalu bilang kepadaku untuk aku harus pergi, namun aku menolaknya dengan lantang bahwa aku tidak akan meninggalkan ayah sampai aku mati. Kemudian ayah aku bergumam untuk aku bawa kerumah dan bilang kepada ibu bahwa ayah tadi terjatuh dan ibu berkata padaku, sudah saatnya nak kau yang menggantikan ayah di ladang, ayah sudah tak ada tenaga lagi, sudah cepat capek, dan sekarang giliranmu untuk bisa berbuat bagi keluarga kita, kau lah harapan kami satu satunya, kakakmu tak jelas dan pergi begitu saja setelah 5 tahun pergi dan hingga sekarang tak ada kabar untuk keluarga, mungkin kamu penerus ayah,

Awas jangan sampai kesana, pergilah, kata ayahku yang sudah tua itu, aku yang disini berkata dengan bijak, aku tak apa tahu, aku hanya ingin belajar bagaimana menjadi ayah yang kuat dan sehat sampai sekarang. Ayah yang sudah berumur 50 tahu ini mememutuskan untuk menjadi petani di usia tuanya, bahkan telah menjadi petani muda di umur 13 tahun, ayah membantu kakek yang dulu juga seorang petani yang rajin yang mengahasilkan banyak bibit padi untuk dijadikan beras lalu dijual ke pasar yang letaknya agak jauh dari rumah, aku hanya ingin menirunya bukan tak mau pergi ke Jakarta layaknya teman teman ku yang mulai beranjak dewasa dan memutuskan untuk bergaya perlente, namun tidak ada kemampuan dalam dunia kerja di Jakarta dan hanya bisa bergaya di dunia luar bahwa desa tak mau kalah dengan kota, mereka datang dengan nada nada medoknya.

“Jangan seperti kakakmu ya, kasian bapakmu tuh sudah batuk batuk”, ungkap ibu yang sambil memegang bahuku lalu mencium rambutku. 

Kejadian itu membuat ku semakin bingung dan terpuruk, bagaimana semua ini bisa terjadi, apa yang harus aku perbuat untuk keluargaku ini, teman teman selalu saja mengejekku bahwa aku hanya di desa, anak desa yang tak punya masa depan, aku hanya bisa pasrah dalam kehidupan di lingkungan teman teman ku itu, dan sebelum mereka pergi mereka berbicara terus seperti itu, hingga akhirnya mereka pergi dan tak ada ejekan lagi, tapi ejekan di dalam diriku yang semakin membuat aku bimbang akan hidup ku ini. Kepala desa yang rumahnya sering aku tumpangi untuk menonton tv, berkata, “bahwa di kota banyak pekerjaan yang lebih layak dari petani yang berlumur kotor, kau tak mau tampil di TV layaknya artis megapolitan yang sering kita lihat di TV kan, bukanya itu keren sekali, kau tak mau ikut dengan teman temanmu, susul mereka sana, ayaolah ini mimpi semua anak desa, aku bisa memberikan biaya untuk kamu pergi ke Jakarta, aku tahu kondisi keluargamu seperti apa, sekarang sudah saatnya kamu yang merubahnya”, ungkap “Pak Budi, sambil memegangi tas kesayangannya yang sobek”, rasanya aku tidak bisa meninggalkan keluargaku disini, aku menyayangi mereka, mungkin aku masih berpikir seribu kali untuk ke Jakarta Pak, rasanya amat berat di keadaan yang seperti ini, bagaimana kalau aku ke Jakarta lalu aku mendengar kabar berita buruk, yaitu ayah telah tiada, sebelum ayah tiada, setidaknya aku ada di sampingnya pak, dan menutupi badannya dengan sarung kesayangannya. Kita akan melihat mewahnya Jakarta di TV saja pak, sahut aku dengan senyuman. Yoweslah, kalo begitu, nanti kalau kamu berubah pikiran datang kesini, dan aku akan membuang TV ini agar kau tidak kembali tapi kau langsung pergi ke Jakarta, ucap pak budi yang terus memaksaku.  

Dengan secercah harapan yang aku impikan sirna semua, karna satu alasan yaitu ayah, atau aku ingin sekali pergi ke Jakarta, karena disana gudangnya orang orang sukses dan bisa membeli kasur yang empuk untuk ayah dan ibuku, sejak lahir kami hanya tidur beralaskan karpet dan dengan tembok triplek di sisi kanan dan kiri dan kita hanya punya satu bantal, bahkan bantal itu dibagi menjadi tiga, kadang juga ayah tidur diluar dengan ditemani angin malam yang sangat dingin, mungin dari sini lah yang menyebabkan ayah selalu batuk dan tidak berhenti sampai sekarang setelah hampir 3 minggu yang tidak kunjung sembuh karena sering kena angin malam.  

Kemudian aku pun pulang dengna wajah yang agak murung dan seperti biasa aku duduk di depan rumahku yang bangkunya aku bikin sendiri dari kayu yang tidak dipakai dari pekerja pencari kayu itu di samping rumah dan kemudian ayah datang dari dalam rumah dan langsung bertanya kepada ku, mengapa kau akhir akhir ini selalu saja diam saja dan seperti tidak ada gairah hidup, pergilah nak, ayah tahu apa yang sedang kamu pikirkan, biarkan saja ibu dan ayah disini, aku ingin dengar, setelah 5 tahun kau disana dan kau pulang membawa cucu dan memberikan kasur sesuai janjimu dulu kan, sambil ayah tertawa kecil.
















Ayah percaya kamu bisa nak, lupakan perkataan ibumu kalau kamu tetap
disini kau tidak jadi apa apa nak. 



Seperti anak muda kebanyakan aku pun senang mendengarnya atas apa yang ayahku bilang tadi, kemudian aku mulai membereskan barang barangku, yang tadinya aku galau, kini semangatku mulai tumbuh dan aku sangat percaya diri akan diriku atas semangat yang telah diberikan ayah. Namun saat aku membereskan baju bajuku, aku melihat ada sarung ayah di dekat kamarku, yang warnanya tidak aku kenali, perasaan, aku hanya punya warna sarung hijau dan putih saja, namun mengapa ini warna putih kemerahan dan juga ada bercak titik titik merah seperti ini, apakah ini sarung baru atau motif yang baru aku tidak tahu. Lalu datanglah ibu yang melihat ku hanya tersenyum saja dan memberikan ku nasihat.

“Semoga kau bisa menjadi manusia yang lebih hebat ya nak disana”, ujar ibu sambil duduk di sampingku dan memegang teh panas di cangkir besar favorit ayah untuk diberikan kepada ayah yang ada di luar.  

Setelah rapih aku tak sabar untuk pergi, namun ketika itu sebelum aku pergi. Aku melihat bahwa sarung merah itu sudah tidak ada, mungkin sudah diambil oleh ibu, dan saat aku sudah mulai berdiri dan sangat amat percaya diri, saat aku ingin pamit kepada kedua orang tuaku, aku sangat kaget saat menoleh ke belakang ternyata ayah sudah tersungkur di lantai dengan sarungnya yang merah itu, dan ternyata warna merah itu adalah darah batuk dari mulut ayah yang sudah lama yang  disembunyikan kepadaku.

Lalu ibu berkata, pergilah nak, ibu sudah ikhlas disini sendiri, ibu sudah berfirasat bahwa ayah akan pergi secepat ini, maka dari itu, ibu menyiapkan sarung ini supaya baju ayahmu itu tetepa bersih dan sarung kesanyangannya itu menjadi saksi hidup ayah melawan sakitnya, ayahmu akan mendoakmu disana dan kau akan menjadi sukses nak, ibu akan menjaga rumah ini yang ayah dan ibu bangun dari sejak kamu kecil. Jangan pendam mimpi mu, oh iya nanti ayahmu akan dikuburkan di sebelah kakekmu di sebrang hutan sana.

"Kalau kamu rindu ayahmu kau tak perlu jauh jauh kesini nak, kau bawa saja ini sarung kesayangan ayahmu agar kau tetep bersama ayah di sepanjang hari". 

Aku tertunduk nangis yang amat sambil memeluk jenazah ayah dan ibuku.

Simpati telah ada providernya, bagaimana bila ada Empati?


Sebelum ada fintek yang memudahkan membeli pulsa, siang itu aku mengantre di toko pulsa di dekat stasiun untuk membeli pulsa handphone dan mengaktifkan paket,  paket hemat yang dipakai cuma sehari aja, selanjutnya aku melihat orang membawa barang banyak di sebelah menjatuhkan barangnya dan berkata dengan temannya, “duh capek euy, sini dulu deh, nyeder dulu, masih rame di depan”, sambil mengseka keringatnya di dahi. Kemudian aku saat ditanya pulsa apa mas, lalu aku menjawab “Simpati bang”, dan aku berpikir bukan Simpati ke provider melainkan ke Simpati sifat sambil menatap mereka yang lalu lalang.

Ketika kita berbicara soal Simpati sepertinya yang teringat bukanlah sebuah sikap dari manusia, melainkan suatu provider yang sudah melambungt namanya dan tersebar di seluruh Inonesia, tapi Telkomsel, ya Simpati pasti tidak jauh jauh dengan yang namanya Telkomsel, sudah lupa rasanya bisa berempati dengan orang lain, kadang juga tergerak untuk Simpati karena ikutan bergerak karena teman teman kita, bukan hati, yang semata mata menjadi keterpaksaan karena orang orang juga melakukan hal yang sama. Bagaiamana kalau ada provider yang kembarannya si Simpati yaitu Empati. Jadi impas kan si Empati ini tidak iri dengan Simpati yang sudah berubah menjadi barang terkenal di kalangan orang Indonesia.

Sebenarnya Simpati itu apasih, Ya Telkomsel, eh maksudnya secara sikap apa artinya, Simpati adalah dikutip dari wikipedia, bawah seseorang yang tertarik karena sikap, penampilan, dan juga perbuatannya, sedangkan Empati adalah bepikiran kepada perasaan orang lain, mengalami emosi yang sama terhadap orang lain rasakan serta merasakan bagaimana orang lain bila kita berada di posisi orang itu. Ketika Simpati telah melambung tinggi dengan nama brand bukan sikap, kemana sikap Simpati yang seharusnya tidak terkubur dan Empati juga yang malu malu untuk muncul ke kepermukaan dunia, dan Empati hanya bisa terdiam saja tidak bergerak dan terus terdiam hingga akhirnya si Simpati minta Empati untuk meninggalkannya, memang tidak singkron dalam 2 saudara yang satu senang yang satu lagi hanya tenggelam dalam bayang bayang saudaranya, apakah memang harus dipisahkan antara Simpati dan Empati agar manusia semakin beringas, makin tidak beraturan, makin membenci satu sama lainnya serta manusia yang tidak peduli lagi dengan sesama, karena si Simpati yang telah di jual untuk dijadikan sebuah keuntungan.

Empati yang tidak bisa berbuat apa apa, seakan mulai kabur dari kehidupan, padahal si Empati ini sangat diperlukan oleh kehidupan kita, dengan Empati kita bisa lebih dekat dengan sesama,  dengan teman, dengan orang baru, dan juga terhadap keluarga, bahkan kita lebih peka terhadap apa yang dirasakan oleh orang lain yang kita tidak mengalaminya, tapi kita mengerti bila kita sedang mengalaminya. Sudah sepantasnya kita menyatukan Simpati dan Empati jadi satu dalam satu jiwa sebagai manusia biasa, seharusnya  kita bisa membangun sifat sifat yang sederhana ini menjadi kekuataan kita dalam hal pergaulan dalam mengarungi kehidupan kedewasaan yang mulai tumbuh.

Bila Empati telah menjadi provider juga, mungkin namanya jua akan melambung tinggi hingga akhirnya manusia kehilangan rasa kepekaan dalam kehidupan, untungnya hanya Simpati yang diangkat menjadi sebuah nama brand, asal jangan Empati yang memopunyai titik berat dan perjuangannya untuk manusia bisa berbuat baik dengan manusia lainnya yang berbeda latar belakang.

Sekarang manusia kebanyakan hanya mau berteman dengan yang sesama, yang seusia, yang satu profesi dan yang berpendidikan tinggi, namun seharusnya kita bisa mencapai sesama yang bisa kita jadikan sahabat, teman dan juga tempat berbagi wawasan dalam hari hari, si Simpati yang telah lupa daratan, membuat si Empati ini terus bergerak sendirian untuk membuat manusia mulai kembali peka dalam berbuat baik terhadap manusia lainnya.

Pertanyaan yang paling menohok adalah bagaimana Empati ini berjuang dengan keadaan dia yang sangat jauh dengan si Simpati. Akankah Empati akan berdamai dengan keadaan dan menyerah hingga akhirnya memulai kehidupan demi melupakan sesama dan juga melupakan daratan yang telah lama ia abdikan, ia harus rela meinggalkan semua sehingga Simpati dan Empati kembali bersatu di atas awan dengan bantuan tangga tangga uang yang selalu bertumbuh. Bukan tidak mungkin kalau Empati nanti ada providernya dan sifat sifat manusia akan kosong dengan sendirinya. Semoga Empati bisa bertahan hidup, dan tetepa menetap dalam diriku.

Menaruh Tanaman di Dalam Ruangan, Apakah Bermanfaat atau Malah Merepotkan?


Menaruh tanaman didalam rumah
Foto : https://unsplash.com

Hari minggu pun tiba, saatnya aku mulai membereskan rumah dan kamarku yang sudah lama tidak aku bereskan ini, pagi pagi sekali aku langsung menyapu lantai dan selanjutnya mengepel lantai, mengelap barang barang yang berdebu, membersihkan kaca, dan lain lainnya, hingga akhirnya tak terasa sudah 1 jam aku membereskan semuanya, namun masih ada satu hal yang belum aku lakukan, yaitu menyiram tanaman ku yang di ruang tamu, aku bingung saat aku beli tanaman bunga mawar ini aku taruh di luar agar terkena matahari atau aku taruh di dalam rumah agar aku bisa melihat kesegaran dan mendapatkan aura postif dari bunga ini setelah aku capek beraktifitas. Aku juga membeli lagi tanaman bunga matahari yang agak kecil yang aku taruh di kamarku, walaupun agak sedikit kotor, karena aku belum punya potnya tapi aku sangat menyukainya.  

Sebenarnya aku tak tau apa manfaat bagi kesehatanku dan bagi rumah ku sendiri, aku tak memperdulikan awalnya, namun makin kesini, makin banyak informasi yang menyatakan ada yang bilang baik dan tidak baik bagi kesehatan yang ada tanaman di dalam rumah, namun aku kembali berpikir malahan bagus sih, setidaknya bisa lebih dekat dengan alam walau lahan yang semput tapi bisa dimanfaatkan ruangnya, gitu sih aku ya. Tapi aku juga agak malas untuk merawatnya bila di di dalam rumah karena bnayak barang barang, jadi agak risih.  

Tapi setelah aku coba hampir 2 mingguan aku taruh tanaman  bunga mawar dan bunga matahari itu di dalam rumah banyak manfaat yang telah aku rasakan sebenarnya walau mungkin rasanya yang dirasakan orang lain berbeda dengan apa yang aku rasakan. Seperti.

Ada rasa tenang

Saat aku lelah setelah seharian beraktifitas, aku melihat tanaman yang ada di dalam kamar ku ini aku jadi merasakan bagimana nya tenangnya sambil melihat bagimana pertumbuhnanya dan aku menyiraminya dengan sedikit air dan ini trik aku saat banyak pikiran, ada rasa kesenangan tersendiri rasanya.

Menjadikan tata ruang menjadi apik

Aku tak tau bahwa kalo tanaman ini bisa membuat meja ku yang jelek ini yang kaca saja sudah retak, namun saat ada tanaman di sampingnya rasanya sangat bagus, kayak di luar negri gitu kan dan juga bisa memberikan kesan yang bagus bahwa kamarku bukan kamar yang kapal pecah tapi juga bisa jadi tempat aku berkeluh kesah setelah lelah.

Bisa menjadi lebih menghargai

Mengapa menghargai? Bahwa tumbuhan ini juga ciptaan tuhan, yang paling dasar itu, serta bagaimana kita memperlakukan tanaman yang kita lindungi di dalam rumah yang tidak kena panas, tidak kena hujan, tidak diserang oleh hewan walau padahal hewan dan tumbuhan juga saling membantu, namun dari situ aku mulai belajar bagaimananya cara menghargai dari hal yang paling kecil seperti ini, dari sini juga aku bisa menghargai barang barang lain yang benda mati dan pastinya yang paling penting adalah belajar menghargai sesama manusia.

Ternyata Begini Rasanya Detox Social Media


Menikmati hidup tanpa social media, dan memaknainya

Kejadian ini aku alami sudah hampir seminggu lalu, handphone ku rusak dan tidka bisa digunakan dan aku mau tak mau tidak bisa mengupadate dunaia maya dan aku harus ke tempat service haandphone dan ternyata aku harus menunggu handphone ku seminggu ke depan karena ada beberapa kerusakan yang agak lama dalam pengerjaannya, mau tak mau aku harus menunggu hingga selesai, keesokannya harinya aku hidup tanpa handphone.

Hari pertama aku mulai bingung karena jadwal ku sudah aku atur dan juga aku sudha menghubungi rekan rekanku bahwa handhone ku sedang rusak, jadi mereka mengerti ketika ingin menghubungiku, setelah sesampainya dirumah dari aktifitasku, aku mulai bingung aktifitas apa yang akan aku lakukan tanpa handphone ini, disela sela waktu luang, aku hanya bisa diam dan jariku mulai gatel untuk melihat social media apa saja yang baru.

Hari kedua pun dimulai, hidup mulai gusar tanpa handphone rasanya iri melihat orang yang menunduk di luaran sana, sedangkan aku hanya melihat mereka saja, gatel handphone mulai terus menggerogoti, padahal sudah banyak pertanyaan yang aku tanyakan pada rekanku, namun lawan bicaraku hanya menunduk dengan handphonenya, sedih yang tidak bisa aku ungkapkan, karena ada rasa kesal dan bingung harus mau bagaimana lagi, tapi ya mau gimana lagi.  

Hari ketiga pun dimulai, tanpa handphone ini membuat aku mulai menjadi terbiasa dengan kehidupan normal tanpa handphone, kini aku bisa menjadikan banyak pembicaraan dengan banyak orang mulai dari rumah yang sudah mulai intens, teman juga menjadi lebih akrab dan juga orang tak dikenal juga menjadi lebih dekat dengan sesama manusia lainnya, bahkan ini menjadi tempat aku terapi dalam pembicaran bahwa dalam berbicara tanpa sedetikpun melihat layar itu sangat menyenangkan, menyimak dengan seksama dan mengerti apa yang diceritakan serta menjadi pendegar yang baik membuat saling menghargai itu lebih mendalam.

Hari keempat pun datang, aku sudah mulai terbiasa hidup tanpa handphone dan tak ada rasa gusar lagi, aku sekarang menikmati rasa bersyukur dengan hidup, aku bisa bedrdoa dengan fokus, aku juga bisa mengerti persaan atau lebih peka dengan orang yang ada disekitarku, serta bisa menjadikan ku dengan yang lain menajdi lebih akrab. Kini, aku mulai mencintai buku, yang pada awalnya aku tak percaya bahwa membaca buku yang dulu aku tak menyukainya, sekarang malah ketagihan dan mulai melupakan handphone ku yang sedang di sevice itu, dan malahan selepas aktifitas yang aku ambil bukan lagi handphone, melainkan buku dan secangkir kopi hangat di setiap malam.  

Hari kelima dimulai, ya aku sudah terbiasa dan bahkan tak menoleh orang orang yang sedang memegang handphone nya masing maisng, aku juga tak kembali mengandalkan google ketika aku sedang dalam permasalahan atau pemikiran yang rumit, aku mulai bisa belajar berpikir lebih kritis bisa berpikir. Membuat otak ini juga mengasah pemikiran yang lebih mendalam serta berpikiran jernih dari awal dalam bersyukur hingga fikiran yang terus tumbuh secara positif, ya memang agak sedikit agak lamban, tapi setidaknya ini menjadi latihan aku berpikir dan menjadi lebih fokus dalam mengerjakan sesuatu dan tentunya minta baca ku semakin naik, banyak pengeluaran yang paling banyak itu adalah membeli buku, bahkan aku sampai lupa, bahwa aku harus membayar service handphone ku, dan malahan buku adalah menjadi hobiku sampai sekarang.

Ternyata banyak hal yang kita bisa lakukan di luar kita bermain social media saja di dalam handphone, melainkan kita juga harus bisa bersosialisasi di dunia nyata, berkomunikasi lebih dalam, lebih nyata dan juga menjadi ajang bertukar pikiran dan bertukar pengalaman dan perjalanan hidup yang menjadikan kita untuk bisa menghargai, menghormati dan juga memberikan sebuah nilai berharga bahwa setiap manusia harus dihargai keberadaanya.

Buka Bersama Ternyata Bukan Cuman Wacana Tapi Bisa Menyatukan


Buka Bersama bukan cuma wacana kok ternyata

Saat bulan puasa tiba pastinya kita akan teringat, bahkan sudah takut akan ada jadwal bukber yang bikin mumet banget dan juga pasti banjir notifikasi untuk ajakan buka bersama dan ada grup yang tiba tiba muncul mulai dari ajakan bukber SD, SMP, SMA, Kuliah, temen nongkorng, temen les lia, temen organisasi, temen futsal dan banyak lagi deh yang pastinya bakalan ada yang bentrok dan bilang enggak bisa, sorry bro gue ada bukber yang lain, nanti nyusul deh ya kalo bisa, padahal mah enggak bakal bisa cuma basa basi aja biar bales chatnya. Soalnya bingung kalo enggak dibales nanti dikira sombong, kalau bales juga enggak tau bilang apa, dan juga ini ajang dimana semua orang yang kita kenal, mulai dari sahabat, temen biasa doang, temen rasa sayang bahkan temen ngeselin atau temen yang pernah berselisih paham pasti satu meja saat buka puasa bersama, yaitu juga kalo si dia dateng ya, kalau enggak ya alhamdulilah.

Selain banyak jadwal yang padet buat buka bersama, ini juga bakalan menjadi hal yang penting banget karena bukber yang direncanakna kadang gagal karena hanya sebuah wacana yang sudah dirancang dari jauh jauh hari, salut deh sama yang ketuain buber ini, yang dimana anak zaman sekarang itu males banget buat bikin acara acara bukber gitu kan. Karena sudah ada mindset bahwa akan wacana akhirnya dan ada pepatah dari anak jaman sekarang itu gini “yang dadakan pasti jadi”, pasti pernah dengar kan kata kata familiar nan jago itu, jadi bukber tuh dadakan aja pasti jadi kok. Nah bagaimana dengan yang sudah direncanakan dan bahkan disetujui oleh seseorang yang kuat imannya dan akhlaknya untuk bisa bertemu dan mengumpulkan teman teman, namun ada yang selalu yang wacana tanpa ada rasa bersalah bila enggak dateng, karena jerih payah sang ketua itu sudah capek malah enggak dateng karena alasan lain, ya balik lagi itu hak masing masing, tapi seharusnya kita menghargai seseorang apalagi yang udah niat buat perkumpulan silahturahmi begini. Bagiamana kalau kita ada diposisi si ketua pasti jengkel dan kesel juga kan, bila yang diundang itu dateng semua rasanya seneng banget dan itu obat bagi sang ketua, iya enggak sih.  

Dan taukah kalian kalau bukber itu adalah ajang reuni juga, entah bener atau enggak tapi memang ini menjadi ajang reuni dimana cerita cerita lama diangkat lagi, mulai dari cerita lucu, sedih, marah sampe cerita kekanakalan dulu hingga dihukum bareng sama guru atau dosen pastinya bakal diangkat di bukber ini, kadang ada juga yang enggak deket jadi deket, yang deket malah sok jauh dan berasa enggak kenal gitu kan, banyak juga jenis jenis temen lama yang sok jaim kerena hal hal di jaman dulu yang teringat kembali dan dia malu banget buat ngungkapinnya atau dia jaga image untuk tetap keren dari jaman ketek bengek sampai sekarang dan juga jaga feed di instagramnya, bahkan setiap postnya itu instagramble banget, ada juga yang biasa saja dan ada yang berubah yang dulu bandel sekarang semakin bandel, ada juga yang sudah bertobat ke jalan yang benar dan ini salah satu misteri dari para lelaki, melihat temen cewek yang dulunya jelek sekarang pas udah dewasa malah cantik, apakah ini sebuah penyesalan bagi seorang laki laki bocah dan menyesal di saat dewasa, entah lah itu misteri yang tidak pernah terungkap hingga sekarang.

Balik lagi soal bukber dan ini yang paling aku senang dari bukber. Aku adalah korban bullying di zaman waktu di bangku sekolah dasar. Aku bukber dengan seseorang  yang membully aku dari kelas 1 hingga kelas 6, 6 tahun aku merasakan bully dari orang yang seram ini, dan sekarang kita duduk bersampingan dengan tatapan nanar dariku yang begitu takut, aku yang dulu begitu tambun dan berubah menjadi makin tambun, eh enggak deng, aku sudah kurus dan si pemimpi untuk jadi sixpact tapi tidak kesampaian, begitupun dia yang telah bergaya perlente. Kami makan bersama ngobrol bareng tanpa ada rasa sungkan karena dia pelaku dan aku korbannya, kita berbicara zaman dulu begitu panjang sampai akhirnya lupa kita sudah banyak bercerita, dan kita lupa bahwa kamu pernah jahat dengan ku dan aku adalah korban kejatahanmu. Ternyata bukber ini menyatukan walau dulu punya kesalahan yang tidak bisa dimaafkan tapi saat membuka hati untuk memaafkan dengan tulus dan ikhlas setelah bertemu kembali dan sang penjahat bagiku dulu sekarang telah berubah, dan juga aku sudah melupakan yang dahulu, dahulu ya dahulu, sekarang ya sekarang.

Jadi  bukber bukan hanya wacana belaka tapi bisa menyatukan kita bersama, masa lalu yang kelam akan berubah menjadi baik di masa depan, kuncinya hanya memberikan senyum yang ikhlas dan memaafkan dengan tulus, maka rasa menghargai dan menghormati itu muncul, serta rasa kemanusiaan pun jadi yang paling diutamakan.

%d blogger menyukai ini: